
Belum lama ini seorang teman meminjami saya buku tentang reinkarnasi dan dunia roh. Di dalam buku itu terdapat sebuah contoh kasus di mana seorang ibu yang dihipnotis masuk ke dunia rohnya, mendapati bahwa putranya adalah titisan kakeknya yang selalu melindunginya semasa hidupnya. Kebijakan si kakek terbaca dari tindak-tanduk dan tutur kata bijak dari anak bertubuh mungil itu, membuat si ibu yakin bahwa ia senantiasa berada dalam lindungan roh yang menyayanginya itu.
“Mama tuh seperti anakku,” begitu ucap Olga, anak saya, ketika saya pulang ke Jogja seminggu yang lalu. Saat itu kepala saya ada di pangkuan gadis 10 tahun itu. Itu karena kebiasaan saya bermanja-manja dengannya. Dan Olga tahu bagaimana memanjakan saya. Suatu hari dia memijiti punggung saya. Hari berikutnya dia men-treatment kaki saya – semacam pedicure, minus aplikasi kuteksnya. Begitupun saya tahu dia sedih ketika saya harus kembali ke Bali, dia tidak menangis, karena dia tahu itu akan membuat saya sedih.
Semalam saya berbicara dengan Olga via telpon. Saya mengatakan rencana saya mencari tempat kos baru. Inilah kata-kata bijak yang keluar dari mulut kecilnya yang sedikit monyong:
“Mama, cari kos yang bagus. Jangan dipaksain nyari kos yang murah, ya. Mentang-mentang murah, nanti malah bikin stress!”
Sejenak saya tergoda untuk menggodanya. Eh, anak kecil ngomongnya sok tua nih… Dan tak urung saya tertawa terbahak, demikian pula dia.
“Iya, akan mama cam-kan. Mama nggak akan paksain. Mama nggak mau stress,” kata saya.
She’s lucky to have you, but you’re luckier to have her. Begitu kata beberapa sahabat saya tentang putri kecil saya yang hebat itu. Seandainya saya bisa sekuat dia: berulang kali merelakan ibunya pergi mencari yang dia cari, dan kini harus hidup menanggung efek perpisahan orangtuanya dan masih bisa mengatakan pada saya untuk terus tersenyum. Dialah tanah bagi unsur kayu saya. Mungkin saja di kehidupan sebelumnya, Olga memang ibu saya.



2 Comments
January 6, 2009 at 9:18 am
aih…sweet olga. what an advise she said.
January 21, 2009 at 9:40 am
mia amorita Olga… alias Pyol